e-one ashmara
Mentari hangat sepenggal galah,
menyapa pagi dengan getir
mengintip diselah selah awan yang kelam
seakan ingin menyampaikan pesan alam

Ketika bumi bergetar hebat
menggegarkan hingga ke dalam raga
di kejauhan laut nan luas
deburan ombak laksana
jutaan hewan liar yang berlari,
mengejar pantai,
mendekat dan kian membesar
siap menerkam bocah - bocah yang tertawa
riang berebut memungut isi laut,
di pantai yang surut

Di hujung perkampungan,
riuh rendah suara jeritan
antara langkah-langkah yang gemetar
menyambar setiap harta dan keluarga
namun bencana lebih perkasa
menyapu apa yang menghadang.

Jerit tangis tersendat di hujung dada
dan tubuh-tubuh kecil hanyut tak berdaya
bersama arus menghadap yang kuasa.

Bencana bagaikan mimpi
sekelip mata, semua rata terbawa air
beberapa pasang mata memandang iba
menatap raga,
berayun-ayun menghantam puing pepohonan.

Tuhan ...
begitu cepat kau musnahkan mereka
begitu cepat kau hancurkan semua.

di mana ayah ku...
di mana ibu ku ...
di mana kakak ku ...
dan dimana adik ku ...

Tuhan ...
kutukan apa yang kau turunkan pada kami
hingga kau musnahkan semuanya.

Tidak Tuhan ...
Tidak ...
Label: | edit post
0 Responses