Tampilkan postingan dengan label kenangan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kenangan. Tampilkan semua postingan
e-one ashmara
kenangan itu terngiang kembali
saat seraut wajah yang begitu akrab dulu
kini hadir didepan tatapan

sepertinya kau hadir kembali
ketika ku tatap dalam remang malam
seraut wajah di sinar handphone

sembunyi-sembunyi,
aku nikmati wajah itu
dan aku berpaling,
saat wajahmu mengalih pandang kepadaku

dalam keremangan malam itu,
seperti kenangan lamaku hadir disini
tat kala bersua dan bertatap wajah
raut wajah dan gaya bicaramu
sungguh tak pernah kan ku lupakan

kenangan lama,
teringat kembali,
kala ku lepaskan dirimu dengan hati yang tersiksa

kau tinggalkan aku,
pergi bersama dia yang lebih kau cintai
dalam ketabahan,
aku senantiasa merinduimu

kini,
akankan hati ini terobati

walau kini bukan diri mu,
namun,
wajah dan gaya bicaramu
tak mungkin hilang dari kenanganku

memang ku sadari,
tak mungkin aku tuk memilikimu
namun,
dapat menikmati kebersamaan
dalam canda dan tawa
cukuplah bagiku

luka lama yang telah mengering,
kini seakan pupus dengan kehadiranmu
walau kau bukan dia
tapi diam-diam tumbuh rasa dalam hati ini
kendati akupun tahu
tak mungkin dan tak akan pernah
aku memiliki mu

dan semua canda tawamu padaku
tak kan tulus untukku
aku tahu itu,
karna kau bukan milikku
tapi cukuplan menghibur hati ini
dalam kesendirianku
(chaz 01122009)
e-one ashmara
Saat senja menjenguk malam
fikiranku kusut menerawang jauh
membungkam rindu yang terbelenggu
membunuh semua hasrat yang 'kan terurai

Rindu ini,
kini terbalut kabut
dan redupnya sinar kasih
kini padam dihembus angin senja
gelap dan dingin
senantiasa hadir menemaniku

Tuhan,
Dosakah bila ku kutuk nasib ini ?
haruskah ku telah kepahitan
atau,
haruskah aku abadi dalam kesepian
yang slalu membunuh hasratku

Bhatinku sentiasa menjerit
meski senyum berbaur tawa
tetap ku coba 'tuk melangkah
berjalan tanpa pelita
berlari dengan kaki telanjang

Tuhan,
Masih adakah secercah harapn
Untuk ku kecap manisnya kasih
dan lembutnya belaian itu

Semoga,
Kau buka tirai kabut
yang menyelubungi hati ini
dan membiaskan,
asaku yang terbelenggu
Tuhan .....

[chaz'87]
e-one ashmara
Jenuh aku menunggu
Hari hari begitu membosankan
Dalam kesendirian
Dan kesunyian

Saat surya menyinari bumi
Kesendirian masih setia menemaniku
Kegelisahan masih bertahan dihatiku

Begitu juga..
Ketika senja menjemput malam
Kesunyian hadir menemaniku
Gelisah mengisi malam-malamku
Yang hanya berteman kegelapan

Kulangkahkan kaki,
Berlalu tanpa arah
Mencari secersah asa
Mengusir semua kegelisahan
Mengusir kesendirian

Sejenak aku terhenti
Langkahku seakan terpaku dibumi
Seraut wajah yang tak asing lagi
Berlalu,
Mesra berdampingan

Khayalku melambung tinggi
Jauh ke masa lalu
Ketika kau masih bersamaku
Mereguk indahnya hari-hari
Melewati siang dengan tawa
Menghabiskan malam dengan canda

Tapi,
Kini jauh berbeda
Kau berlalu dengan mesra
Berdampingan bukan denganku

Raga yang sunyi semakin perih
Jiwa yang hampa seakan merekah
Hati yang gundah seakan pecah

Kau berlalu mesra dengannya
Aku masih terpaku dalam seribu bahasa

-chaz131208-
e-one ashmara
Wajahmu layu tak bermaya
Terbaring lunglai di kasur dingin
Matamu sayu
Seakan tak mampu menahan beratnya beban

Haru dan iba ku tatap,
Lembut penuh kasih,
Ku elus tubuhmu
Yang hanya tinggal kulit pembalut tulang

Jari jemari dan telapak kakimu dingin
Ku usap tuk memberi kehangatan
Lelah punggungmu terbaring panjang
Ku pijat lembut perlahan

Semalaman,
Kupaksa mata tuk terbuka
Semalaman,
Ku usir jauh-jauh rasa kantuk

Sementara ibuku,
Bersujud ditengah malam,
Memohon dan meminta kesembuhan
Untukmu ayah

Malam kian kelam,
Sekelam hati kami di rumah ini
Menanti,
Kehadiran utusanMU Ya Allah
Tuk menjemput ayah yang kami kasihi

Malam seakan tak bersahabat,
Matapun tak mampu tahan terjaga

Aku terjaga bagai mimpi,
Tangisan ibu, kakak dan istriku
Disamping tubuh ayah

Dia pergi tuk selamanya
Namun,
Aku tak mampu mengantar kepergiannya

Kini,
Hanya tubuh kurusmu,
Yang dapat ku tangisi
Kau pergi dengan tenang
Meninggalkan beban,
Meninggalkan ganasnya dunia
Meninggalkan kami dalam tangisan

Ayah ……..
Kami ikhlaskan kepergianmu
Pergilah dengan tenang
Menghadap sang khalik

Ya allah ……..
Terimalah dia ayah kami,
Tempatkan dia bersama orang-orang yang engkau kasih
Tempatkan dia disyurgaMu
Jauhkan dia dari siksaMu
Dan,
Jauhkan dia dari segala azabMu

Hanya itu doa yang teriring
Dari aku anakmu
Selamat jalan ayah
(chaz291108)
e-one ashmara
Lesu,
Terbaring aku di dipan usang
Menatap tiang sanggah di langit kamar
Seakan enggan menopang rumbia

Ketika panas,
sinar menyusup menerangi ruang kumuh
Saat hujan,
menitis air membasahi dipanku

Dikamar ini,
beribu suka tercatat indah
beribu duka menggores jiwa

Dikamar ini,
dulu penuh canda tawa
dulu ada tangis dan duka

Kini,
hanya kesunyian,
hanya kesendirian

Waktu telah bergayut menjauh
tak mampu tuk kuhadang
tak mampu tuk kutunda

Hanya kesunyian,
sepi .....
dingin ......
dan kesendirian menghabiskan hari-hariku

Yang dulu indah kini sirna
yang dulu riuh kini mencekam
yang dulu penuh canda dan nestapa
kini tinggal kenangan

Kini,
tinggal aku sendiri
meniti hari-hari dalam kenangan
menapak hari dalam kesendirian
menyongsong malam di dipan tua

chaz141108
e-one ashmara
Ketika rindu menapak malam
Aku tercenung dalam kesendirian
Berjuta hayal dan lamunan,
Berbaur disudut mata.

Siangku dalam kesendirian
Malamku hanya kesunyian
Hidupku hampa tak bermaya
Menyusur jauh masa yang silam

Ada segumpal rindu,
Bertahta disudut hati

Ada secercah harapan
Namun jauh didalam hayal

Dalam kesendirian,
Bathinku Meronta,
Jiwaku Menjerit,
Ada tangis dihati yang terdalam

Ingin kulepaskan semua,
Tapi ku tak mampu
Hanya kupendam,
Dalam,
Kian lama,
dan,
'kan kubawa alam sana.

-chaz261008-
e-one ashmara
Sejenak,
Ketika mata kan terkatup
Fikiran menerawang
Menjelajah masa nan lalu

Kaki-kaki kecil berlari
menapak krikil tajam tak terasa
Keringat mengucur diseluruh tubuh
putih baju t'lah berbalur debu
tak hirau semua
hanya tawa dan canda menghiasi hari-hari


Tak ada beban,
tak ada dosa,
tak ada rasa,
semua indah,
semua harus ada

Kadang tertawa,
kadang menangis
kadang teriak
kadang membisu

Kini semua hanya tinggal lamunan
kini semua hanya tinggal hayalan
kini semua hanya ...... hanya ....
dan hanya ada dalam kenangan
e-one ashmara
Ketika mimpi berakhir sedih,
Aku terjaga diujung malam.
Seraut wajah terukir disudut mata,
Antara sisa,
Butir-butir air mata kesedihan.

Seketika jiwaku limbung,
Ragaku seakan mengawang,
Mengenang indahnya masa lalu

Dalam keremangan,
Kutatap seraut wajah dibingkai kaca,

Seraut wajah yang dulu,
Membuat tidurku tak pernah lena,
Seraut wajah yang dulu,
Membuat makanku tak pernah sempurna.

Kini,
Raut wajah itu,
Selalu bermain disetiap mimpi-mimpi malamku
Antara suka dan duka,
Antara tawa dan tangisku

April’08
e-one ashmara
Hari-hari kulalui penuh debaran,
Waktuku terselimut kerinduan,
Yang ada hnaya seraut wajah,
Yang senantiasa bermain diawal tidurku.

Terasa,
Malamku begitu cepat berlalu,
Dan siang,
Terasa enggan tuk beranjak.

Kerinduan selalu meronta,
Kahangatan selalu hadir bersamamu.

Sekian tahun kini telah berlalu,
Saat waktu tak mampu tuk kutahan
Keindahan itupun berlalu semu.

Kini,
Hari-hariku terselubung sepi,
Api cemburu selalu membakar setiap langkahmu.

Mampukah tuk kuraih kembali,
Hari-hari yang indah seperti dulu ….. ?
Atau, ……
Semua hanya tinggal mimpi
Seperti mimpiku disiang hari


April’08