e-one ashmara
kian tegar hati ini
'tuk melepas indahnya masa remaja
menyongsong masa depan
berbagi suka dan duka
disisi sang kekasih

debar jantung kian berpacu
kala kekasih mengucap janji,
dengan lafas kalimah syahadat
resmi kita menjadi suami istri

bismlillahirahmannirohim,
kami tempuh hidup baru
'tuk membentuk,
keluarga sakinah, mawaddah, warahmah
amin ....

(chaz231111)
e-one ashmara
kenangan itu terngiang kembali
saat seraut wajah yang begitu akrab dulu
kini hadir didepan tatapan

sepertinya kau hadir kembali
ketika ku tatap dalam remang malam
seraut wajah di sinar handphone

sembunyi-sembunyi,
aku nikmati wajah itu
dan aku berpaling,
saat wajahmu mengalih pandang kepadaku

dalam keremangan malam itu,
seperti kenangan lamaku hadir disini
tat kala bersua dan bertatap wajah
raut wajah dan gaya bicaramu
sungguh tak pernah kan ku lupakan

kenangan lama,
teringat kembali,
kala ku lepaskan dirimu dengan hati yang tersiksa

kau tinggalkan aku,
pergi bersama dia yang lebih kau cintai
dalam ketabahan,
aku senantiasa merinduimu

kini,
akankan hati ini terobati

walau kini bukan diri mu,
namun,
wajah dan gaya bicaramu
tak mungkin hilang dari kenanganku

memang ku sadari,
tak mungkin aku tuk memilikimu
namun,
dapat menikmati kebersamaan
dalam canda dan tawa
cukuplah bagiku

luka lama yang telah mengering,
kini seakan pupus dengan kehadiranmu
walau kau bukan dia
tapi diam-diam tumbuh rasa dalam hati ini
kendati akupun tahu
tak mungkin dan tak akan pernah
aku memiliki mu

dan semua canda tawamu padaku
tak kan tulus untukku
aku tahu itu,
karna kau bukan milikku
tapi cukuplan menghibur hati ini
dalam kesendirianku
(chaz 01122009)
e-one ashmara
suara saluang mengalun sendu
menemani sang bocah yang duduk termangu
menatap sedih puing reruntuhan
dimana dulu tempat ia berteduh

diantara reruntuhan itu
pernah terkubur kaku seorang ibu
ketika gempa mengguncang,
ibu yang dikasihi,
ibu yang satu-satunya sisa keluarga
sejak ayah pergi diusianya beranjak tiga tahun

dia yang sedang mengaji
ketika gempa mengubur sang bunda,
akhir dari perpisahan
tanpa pesan dan tanda kasih sang ibu

bathinnya menjerit
merintih dalam kesendirian,
sejak prahara itu,
ia tak mampu lagi menangis
air mata telah terkuras habis
hanya air mata bathin tak henti mengucur
bersama keringnya pusara bunda

malam berteman bintang dan embun
ketika siang bermandi keringat terbakar mentari,
tak ada tempat lagi tuk berteduh
tak ada sanak saudara lagi tuk mengadu

bencana itu telah berlalu
namun,
penderitaannya baru dimulai,
mampukah ia tuk menjalani kehidupan ini
tanpa kasih sayang
tanpa nasihat ?
hanya Tuhan yang mampu membimbing hidupnya
melalui hari-hari dalam kesendirian
~~chaz 05102009~~
e-one ashmara
semakin dekat aku denganMU
semakin jauh kebahagiaanku
sejak aku mulai mendekatiMU
sejak itu pula Kesulitan datang beruntun

dulu,
saat aku jauh dariMU
kebahagiaan meliputi hari-hariku

dulu,
saat aku melupakanMU
kesenangan datang silih berganti
bergayut menemani langkahku

kini .....
kesusahan,
kesepian,
kesendirian,
dan kesedihan,
datang silih barganti
menghiasi siang malamku

mampukah aku melewati semua ini
sanggupkah aku menempuh rintangan ini
atau aku akan kandas
dilautan yang baru ku seberangi ini

mampukah aku terus melangkah
sementara darah mengucur di telapak kakiku
mampukah aku bertahan
sementara beban terasa kian baratnya

apakah ini cobaan .....
apakah ini balasan .....
apakah ini timbal balik masa laluku

semoga ketabahan senantiasa milikku

~~chaz010909~~
e-one ashmara

kau hadir dalam kesendirianku
kau hadir dalam kesepianku
kau senantiasa hadir,
disemua suka dan dukaku

saat aku menjalankan ibadah
kau muncul tiba-tiba
membuyarkan kekhusyukanku
menampilkan semua kegundahan dan gelisahku

ayat suci yang kulantun
tak mampu menepis kehadiranmu
fikiranku kau belenggu dengan bermacam masalah

tak mampu aku menepis kehadiranmu
sepi yang mencekam,
rindu yang membara,
hati yang gulana,
kau jadikan tempat berpijakmu
tuk menggoda

mungkin,
imanku yang tipis
mungkin,
jiwaku yang goyah
tak mampu menepis kehadiranmu
kapanpun dan dimana saja

telah kucoba menepis dengan kalimah sakti
telah kucoba melupakanmu dengan zikir panjang
tapi,
aku masih tak mampu

Ya Allah .......
kuatkan jiwa ini
tebalkan imanku
hindari aku dari segala godaannya
jangan sampai iblis bertahta di hatiku
jangan sampai iblis berjiwa dalam ragaku

hanya kepadaMU aku meminta
karena,
Engkaulah raja diatas segala raja
karena
Engkaulah yang mampu mengusirnya dari diri ini

hanya kepadaMU aku meminta
Ya Allah,
Tuhan yang maha perkasa
amin .....
~~chaz310809~~
Label: 0 komentar | | edit post
e-one ashmara
kadang, aku bosan dalam kesendirian
terkadang, aku rindu pada keriuhan
tapi bathinku bergolak
menepis semua keinginan

kesendirian,
mengingatkanku pada mati
kesendirian,
mengingatkanku di alam kubur
kesendirian mengingatkanku padaMU

riuh,
senantiasa menggetarkan iman
riuh,
mengantarku pada kesalahan
riuh,
membuka semua rasa ingin

itulah,
yang bergolak dalam bathin ku
'tuk menepis segala keinginan
walau terkadang ia muncul

chaz040809
Label: 0 komentar | | edit post
e-one ashmara

bisu ....
sepi tanpa suara
sepi tanpa kata
juga tanpa nada

bisu ....
selalu hening
senantiasa diam

bisu ....
penuh isarat
bermain dengan sandi
hanya gerak bola mata berkata kata

dalam kebisuan,
aku tak mampu mengisyaratkan
aku tak mampu menyampaikan maksud
hanya hati bergolak tuk berkata
tapi aku tak mampu

mampunya ...
aku hanya membisu
hanya berkata dalam hati
tanpa arti bagi mereka
akhirnya aku pergi
dalam kebisuan
chaz040809
Label: 0 komentar | | edit post
e-one ashmara

Aku sendiri
duduk terdiam diatas sajadah biru
sunyi dan sepi,
membuai aku dalam untaian kalimahMU

Jiwaku melambung tinggi
terbawa bersama kalimah zikrullah
melayang hanyut dalam kekhusyukan

Diriku seperti tiada arti
laksana berdiri di padang pasir tak berbatas
hidupku bagaikan terapung apung
di luas samudra tak bertepi
jiwaku seakan melayang
diangkasa nan gelap gulita

Dalam kegelapan malam,
kuhadapkan wajah kekiblat baitullah
tak terasa,
titis air mata mengalir disisa kantukku

Aku diam bersimpuh,
memohon,
meminta,
mengharap,
berdoa kehadiratMU

Bimbinglah diri ini,
ampuni dosa ini,
ampuni dosa orang tuaku,

Harap-harap dalam doaku,
terimalah shalatku,
terimalah ruku' ku,
terimalah sujudku,

Bimbinglah keluargaku,
lindungilah istri dan anakku
berikanlah mereka kebahagian
dunia dan akhiratMU

Bertahan aku dalam duduk
sendiri dalam kesunyian
mengharap ridho dariMU
dalam tahajud malamku

~chaz290709~
e-one ashmara
Laut yang tenang itu ...
tiba-tiba bergolak
mengamuk ....
menciptkan buih2 putih
dibawah gelap kelam awan
dan halilintar yang sambung menyambung

Bidukku terombang ambing
dihantam amukan ombak
sementara diluar,
kilat menyambar disisi biduk
aku terjebak dalam prahara ini

Jerit tangis anak2 ketakutan
jerit histeris sang ibu mendekap buah hatinya
riuh rendah dalam kekalutan
berbaur dengan dentuman halilintar
dan kilat yang tak henti hentinya

Suasana tegang dalam bidukku
puluhan pasang bibir memanjatkan doa
teriakan pilu memanggil namaMu
mengharap dan memohon,
Datangnya pertolonganMU

Aku tegang dalam ketakutan
aku terdiam dalam pucat pasi
degub jantung kian berpacu
bersama olengnya bidukku

Terbayang wajah ibu,
terbayang wajah istri dan anakku
terbayang akan dosa2 yang belum terhapuskan
aku terdiam,
akupun pasrah dalam prahara
dan bait-bait doa terus meluncur dari bibirku

Amukan ombak kian meraja
percikan air terus menyimbah
bidukku oleng menciutkan hati
jerit tangis tak juga henti
menggetarkan hati sanubari

Perlahan,
semua berangsur teduh
amukan ombak mulai mereda
jerit tangis tinggal sedu sedan
beberapa pasangan bibir masih berkomat kamit
ucapan puji syukur membahana
menghiasi wajah2 pucat pasi
termasuk diriku

Prahara ini,
membuatku ciut,
mengubah jalan hidup
menuju kebenaran mencari ridhoMU

Terima kasih Zat yang Maha Kuasa
terima kasih atas peringatanMU
KAU ubah jalan hidupku
amin .....

chaz130709
e-one ashmara
Wajah itu,
menerawang diruang mata
saat tubuhku rebah menyambut malam
yang penuh tanda tanya

Senyum itu,
menggoda langkahku
Ketika aku tinggalkan pagi
penuh rahasia yang semu

kau lambungkan aku
dalam kerinduan yang merancu
Antara,
Rindu dan ingin tahu

Gadis pagi,
langkahmu anggun
meruntuhkan sisa kesepianku,
Senyum mu terkulum manis
menggoyangkan tirai-tirai rinduku

Gadis pagi,
haruskah aku berlari
tuk mengejar bayang-bayangmu
Atau kutunggu saja pagi ku
Dijalan yang kau lalui

Hanya dalam puisi,
Kuleburkan rasa rindu ini
padamu Gadis Pagi

[chaz,82]
Label: 0 komentar | | edit post
e-one ashmara
Terik mentari tua,
menjilat kulit tubuhku
menyayat luka yang membeku

Meski jalan penuh bebatuan
kupaksakan kaki melangkah maju
Menyusuri jalan setapak
mencari dalam kegelapan
Sepotong asa yang sirna

Kakiku melangkah kian jauh
hanya berteman kelu dan segumpal hasrat
Menggapai kedamaian yang semu

Masih adakah,
Kebahagiaan tersisa untuk ku,
Seperti dahulu manjamu menggoda
dan hangatnya belai kasih sayangmu

Semakin tak ku hiraukan teriknya mentari
yang terus mengusik tiap langkahku
Kan ku terpa badai yang menghalang
hanya satu,
menggapai sepotong harapan yang telah sirna

[chaz'88]
e-one ashmara
Saat senja menjenguk malam
fikiranku kusut menerawang jauh
membungkam rindu yang terbelenggu
membunuh semua hasrat yang 'kan terurai

Rindu ini,
kini terbalut kabut
dan redupnya sinar kasih
kini padam dihembus angin senja
gelap dan dingin
senantiasa hadir menemaniku

Tuhan,
Dosakah bila ku kutuk nasib ini ?
haruskah ku telah kepahitan
atau,
haruskah aku abadi dalam kesepian
yang slalu membunuh hasratku

Bhatinku sentiasa menjerit
meski senyum berbaur tawa
tetap ku coba 'tuk melangkah
berjalan tanpa pelita
berlari dengan kaki telanjang

Tuhan,
Masih adakah secercah harapn
Untuk ku kecap manisnya kasih
dan lembutnya belaian itu

Semoga,
Kau buka tirai kabut
yang menyelubungi hati ini
dan membiaskan,
asaku yang terbelenggu
Tuhan .....

[chaz'87]
e-one ashmara
Kau hadir,
kala hatiku kekosongan
Kau buka tirai dihatiku
saat jemu mengekang jiwa

Seulas senyum itu,
meruntuhkan rona jingga disanubari
Kau ciptakan Rindu
kala malam menjenguk pasti

Gaun merah jambu
menghiasi Anugerah Tuhan
Menguncangkan,
bhatinku yang terlanjut hambar

Kala malam beranjak pergi
Bersama,
kita tinggalkan pagi
Bertemu dalam pandangan
dan untaian senyum itu
menyibakkan jalan buatku

Rindu itu telah bertahta dihati ini
membangkitkan kembali gairah hidupku
Semoga,
Kerinduan ku
bukan hanya sebuah mimpi
yang hilang menjelang pagi

[chaz'82]
Label: 0 komentar | | edit post
e-one ashmara
Kudengar dikejauhan
Sayup-sayup alunan seruling
Berbaur bersama dentingan gitar
Sendu menyayat kalbu

Kuremas rambut kusutku
Kulayangkan fikiran kalut
Jauh diraut wajahmu
Yang selalu hadir menyiksaku

Langkah terasa lesu
Diantara luka-luka baru
Beringsut kian menjauh
Meninggalkan kemelut yang tak pasti

Perlahan kusandarkan tubuh ini
Kuhempaskan rindu yang menyiksa
perlahan .......
Kupejamkan mata,
tuk membunuh bayang-bayangmu

[chaz'87]
Label: 0 komentar | | edit post
e-one ashmara
Remang itu membunuh hasratku,
Membungkam sejuta rindu
dan,
Fatamorgana terus menerawang disudut-sudut malam

Hari-hari ku berlalu sendu
Penuh dengan senyum kepalsuan
membenamkan kepedihan yang dalam
menghunjam hati yang beku

Disisa kesadaranku
Bathin ini menjerit
Menggetarkan setiap nadi
Yang terdampar dalam keputus asaan

Oh ....... !
Masih adakah seuntai kasih untukku .. ?
Masih mampukah kuraih ....
Rindu yang terbenam didasar sepi
menggapai cinta dalam kehampaan

[chaz'82]
Label: 0 komentar | | edit post
e-one ashmara
Ratusan manusia terkapar berkalang tanah,
Ratusan manusia terkulai butuh bantuan,
Ribuan rumah hancur,
Ribuan anak-anak kehilangan sekolahnya.

Mereka menangis, kau diam
Mereka menjerit, kau tetap diam
Ribuan orang demo,kau masih diam
Ribuan rakyatmu prostes, kaupun hanya diam

Kau tak bergeming di depan layar kaca,
Kau hanya diam mendengar suara berita

Mana gegar suara lantangmu,
Saat kau berdiri di atas podium
Meminta suara mereka

Mana janji-janji manismu,
Ketika mengunjung mereka

Kini,
Seluruh negara menanti aksimu
Kini,
Semua bangsa menanti tindakanmu

Jangan kau diam saja,
Jangan kau hanya menonton
Puing-puing hancur di Palestina
Jangan kau hanya menatap,
Jasad-jasad tergeletak dan luka di Pelastina

Ribuan bahkan jutaan pujian,
Dulu mengantarmu dalam kemenangan
Ratusan bahkan ribuan negara,
Berharap perubahan darimu

Tapi kini,
Tak ada yang dapat mereka harapkan darimu
Tapi kini,
Tak ada aksi dan tindakan darimu

Saat kehancuran di Palestina
Saat kebuasan Israel meraja lela
Saat ribuan bahkan jutaan manusia mengharapkan tindakanmu
Kau hanya diam,
Kau hanya bisu,

Dimana suara lantangmu
Dimana gema suaramu
Apa hanya kau gunakan diatas podium
Apa hanya kau gunakan untuk mengangkatmu

Setelah itu,
Kau hanya diam dan menonton kehancuran

Kau tak ubahnya seperti mereka
Penguasa Amerika sebelumnya
Yang tak mampu memberi keadilan
Yang tak mampu menciptakan ketenangan
(chaz020109)
e-one ashmara
Gelap kelam menyelimuti siang
Angin kencang meruntuhkan dedaunan
Tak pelak halilintar,
Sambung menyambung memecahkan gendang telinga

Dikamar ini,
Aku duduk dalam kegelapan
Dalam kesendirian
Mendengarkan symphoni alam
Tak bergeming

Suasana ini,
Seperti pernah ku alami
Tapi kapan dan entah dimana

Hatiku bergetar,
Mengingat peristiwa ini
Namun akal dan daya ingatku
Tak mampu mengulang masa lalu

Dalam kesendirian,
Aku teringat kepadaMU
Aku teringat akan murkaMU

Diri ini telah lama,
Tak sujud kepadaMU
Tak pernah bersimpuh lagi memohon padaMU
Aku lalai,
Aku telah jauh meninggalkanMU

Derita ini yang membuat aku lupa padaMU
Sengsara ini yang membuat aku jauh dariMU
Dan,
Kesendirianku ini yang telah meinggalkanMU

Ya ..... Tuhanku,
Tuhan yang telah menciptakanku
Tuhan yang memberikan nafas padaku
Dan engkau jua yang telah mendenyutkan jantungku

Dalam kesunyian dan kesendirian ini,
Aku teringat padaMU
Aku sujud memohon ampunan
Aku bersujud meminta kerelaan

Semoga,
symphoni alam ini
Akan membawaku kembali
Tawaqal dan taat padaMU
Kembali,
Bersujud dan berdoa padaMU

Semoga,
symphoni alam ini
Menguatkan hatiku
Menguatkan jiwaku
Tuk tetap berada di jalanMU

-chaz131208-
Label: 0 komentar | | edit post
e-one ashmara
Lenggang lenggok berjalan
Gadis manis yang slalu kunanti
Menyandang tas kulit berwarna hitam
Berlalu tak menoleh padaku

Rambut ikal panjang sebahu
Menutup leher jenjang nan putih
Celana jeans ketat sangat serasi
Membalut kaki yang indah

Gadis manis,
Kau slalu dalam lamunanku
Kau selalu ku nanti
Walau jauh dari pandangan

Selintas jalan saat berpapasan
Mulutku kelu tak mampu menyapa
Hanya jelingan mataku menatap
Dan .... kau berlalu terus menjauh

Akankah kau menjadi milikku
Sedangkan keberanian tak ku miliki
Bagaimana kau kan ku miliki
Dalam mimpipun kau tak pernah menolehku

Gadis manis,
Kau menjadi inspirasiku
Kau selalu menjadi pengantar tidurku
Kau selalu menjadi buah mimpiku
Namun kau tak pernah ku miliki

Biarlah semua milikiku
Dan biarlah kau dengan dirimu
Aku hanya mampu memandang dikejauhan
Aku hanya mampu membawaku dalam mimpiku
Hari ini dan selamanya

Karena,
Memang kau bukan milikku

-chaz131208-
Label: 0 komentar | | edit post
e-one ashmara
Jenuh aku menunggu
Hari hari begitu membosankan
Dalam kesendirian
Dan kesunyian

Saat surya menyinari bumi
Kesendirian masih setia menemaniku
Kegelisahan masih bertahan dihatiku

Begitu juga..
Ketika senja menjemput malam
Kesunyian hadir menemaniku
Gelisah mengisi malam-malamku
Yang hanya berteman kegelapan

Kulangkahkan kaki,
Berlalu tanpa arah
Mencari secersah asa
Mengusir semua kegelisahan
Mengusir kesendirian

Sejenak aku terhenti
Langkahku seakan terpaku dibumi
Seraut wajah yang tak asing lagi
Berlalu,
Mesra berdampingan

Khayalku melambung tinggi
Jauh ke masa lalu
Ketika kau masih bersamaku
Mereguk indahnya hari-hari
Melewati siang dengan tawa
Menghabiskan malam dengan canda

Tapi,
Kini jauh berbeda
Kau berlalu dengan mesra
Berdampingan bukan denganku

Raga yang sunyi semakin perih
Jiwa yang hampa seakan merekah
Hati yang gundah seakan pecah

Kau berlalu mesra dengannya
Aku masih terpaku dalam seribu bahasa

-chaz131208-
e-one ashmara
Wajahmu layu tak bermaya
Terbaring lunglai di kasur dingin
Matamu sayu
Seakan tak mampu menahan beratnya beban

Haru dan iba ku tatap,
Lembut penuh kasih,
Ku elus tubuhmu
Yang hanya tinggal kulit pembalut tulang

Jari jemari dan telapak kakimu dingin
Ku usap tuk memberi kehangatan
Lelah punggungmu terbaring panjang
Ku pijat lembut perlahan

Semalaman,
Kupaksa mata tuk terbuka
Semalaman,
Ku usir jauh-jauh rasa kantuk

Sementara ibuku,
Bersujud ditengah malam,
Memohon dan meminta kesembuhan
Untukmu ayah

Malam kian kelam,
Sekelam hati kami di rumah ini
Menanti,
Kehadiran utusanMU Ya Allah
Tuk menjemput ayah yang kami kasihi

Malam seakan tak bersahabat,
Matapun tak mampu tahan terjaga

Aku terjaga bagai mimpi,
Tangisan ibu, kakak dan istriku
Disamping tubuh ayah

Dia pergi tuk selamanya
Namun,
Aku tak mampu mengantar kepergiannya

Kini,
Hanya tubuh kurusmu,
Yang dapat ku tangisi
Kau pergi dengan tenang
Meninggalkan beban,
Meninggalkan ganasnya dunia
Meninggalkan kami dalam tangisan

Ayah ……..
Kami ikhlaskan kepergianmu
Pergilah dengan tenang
Menghadap sang khalik

Ya allah ……..
Terimalah dia ayah kami,
Tempatkan dia bersama orang-orang yang engkau kasih
Tempatkan dia disyurgaMu
Jauhkan dia dari siksaMu
Dan,
Jauhkan dia dari segala azabMu

Hanya itu doa yang teriring
Dari aku anakmu
Selamat jalan ayah
(chaz291108)